Rabu, 03 Oktober 2012


Pesta Musik Urban di Java Soulnation Festival 2012


Festival musik urban tahunan terbesar di Indonesia yang digelar selam 3 hari (28-30 September 2012) di Istora Senayan, kembali menggebrak kota Jakarta dengan segudang pertunjukan musik berkualitas, baik dari para musisi lokal maupun musisi internasional yang telah ditunggu-tunggu kehadirannya.


Musik urban sebenarnya bukanlah sebuah sub-genre musik, melainkan sebuah istilah yang merujuk kepada musik-musik yang sedang hype dikalangan muda-mudi perkotaan seperti R&B, hip-hop, rap, pop, electro, dan dance.

Terbukti selama 3 hari rangkaian Java Soulnation Festival 2012, kawasan Istora Senayan selalu ramai oleh kehadiran anak-anak muda. Meskipun untuk ukuran festival musik internasional, Java Soulnation masih kalah ramai dengan Java Rockin Land dan Java Jazz Festival.

Hari Pertama

Java Soulnation Festival 2012 memanjakan para pengunjungnya, bahkan sejak hari pertama. Ya, menjelang petang, area main stage diramaikan oleh pertunjukan Spice Girls Experience, di mana penyanyi wanita Sashi, Jemima, Lala Karmela, Emily Laras, dan Renita tampil membawakan lagu-lagu milik Spice Girls. Tidak tanggung-tanggung mulai dari kostum, koreografi, gimmick, sampai karakter masing-masing personel dikemas dengan apik dan menarik, menyerupai penampilan grup vokal wanita yang terakhir tampil reuni di Olimpiade London 2012 itu. Para penggemar Spice Girls pun terlihat gembira sambil ikut bernyanyi bersama mereka.


Tentunya performer yang paling ditunggu-tunggu di hari pertama adalah, Color Me Badd. Boy band yang berjaya pada tahun 90-an, ini tampil minus Sam Watters, membawakan lagu-lagu hits “All For Love”, “I Adore Mi Amore”, ”Close To Heaven”, “I Wanna Sex You Up” dan lain-lain. Walaupun tak seenergik dulu, Bryan Abrams, Kevin Thornton, dan Mark Calderon masih bisa menari dengan gerakan khas boy band 90-an yang disambut dengan keriuhan dari penonton. Para pengunjung pun merasakan pengalaman menjelajah waktu kembali ke era musik 90-an.

Sementara Jay Sean yang tampil dengan seorang beat boxer dan Dj, membawakan suasana pesta yang meriah. Ia juga piawai dalam menampilkan gimmick di atas panggung, salah satunya dengan cara bercerita dan adu beat box, diantara jeda lagu yang dibawakannya.

Tidak sampai di situ saja, masih ada pertunjukan musik lainnya yang tidak kalah menarik seperti, Sandhy Sondoro yang tampil dengan nuansa musik yang blues, dan Theme Park yang membawakan musik alternative, seperti dalam hitsnya “Jamaica”.

Hari Kedua

Hari ke-dua rangkaian Java Soulnation Festival 2012, diawali dengan penampilan dari musisi lokal Stereocase. Band yang mengusung genre pop-rock, ini pada beberapa lagu memadukan dengan sedikit sentuhan jazz, melalui alat musik saxophone. Sebuah komposisi musik yang unik. Lagu hits “Bebas” pun akhirnya menjadi penutup penampilan mereka.

Sedangkan penyanyi wanita yang dikenal dengan musiknya yang bernuansa pop dan R&B, Dewi Sandra tampil memukau penonton di area main stage dengan beberapa kejutan. Ya, selain kostum dan koreografinya yang memanjakan mata, Dewi juga berkolaborasi dengan Mike Mohede pada lagu “Buktikan”, sementara kolaborasi dengan Qoob (grup vokal wanita) membuat penampilannya seperti sebuah pertunjukan girl band.


Sebuah sajian musik pop dengan twist tune electro yang memanjakan telinga juga dibawakan dengan apik oleh Valerius. Band asal Belanda yang kedua kalinya hadir di Java Soulnation Festival, ini membawakan single barunya “You’ve Got It” dan hits single pertamanya “She Doesn’t Know”.

Nuansa musik yang berbeda disajikan dengan menarik oleh musisi lokal, Bubu Giri dan Rock N Roll Mafia (RNRM). Duet Bubu Giri yang mengusung musik soul, berkolaborasi dengan beat boxer dan additional bass dan saxophone. Sedangkan RNRM yang sekaligus mengadakan soft launching album tebarunya, memperkenalkan single-nya “Black Heart”, yang terasa lebih dark dan rock n roll tanpa mengurangi sound elektroniknya.

Kehadiran pemenang Grammy Awards, Bone Thugs-N-Harmony yang reuni untuk kedua kalinya, juga menambah kemeriahan tersendiri. Mereka membawakan lagu “California” untuk menghormati mendiang rapper 2 Pac.

Penonton pun terlihat memasuki area special show untuk melihat pertunjukan musik dari Scissor Sisters, grup asal New York yang mengusung gabungan musik glam rock, nu-disco, electroclash, dan alternative.  Grup yang tampil dengan format vokalis pria dan wanita, ini membawakan sebuah pertunjukan musik yang komplit, dari segi kostum, koreografi dan musik. Single “Baby Come Home” dengan irama yang catchy berhasil membuat penonton bernyanyi dan berjoget bersama.

Malam Minggu pun ditutup dengan sajian musik soul dan dance dari Bayu Risa. Yup, pesta belum usai. Bayu Risa berkolaborasi dengan vokalis/rapper dari Agrikulture, dan 4 orang DJ sekaligus untuk menciptakan suasana pesta yang meriah. Pria yang tampil semi formal dengan balutan blazer dari kain ikat, itu tampil begitu energik dan sesekali memamerkan suara lengkingannya yang khas. Single “Percaya” yang ditunggu-tunggu akhirnya dibawakan dengan format baru yang up-beat.

Hari Ketiga

Kolaborasi kreatif antara musisi Indie jebolan LA Lights Indiefest, LA Lights Meet The Labels dan musisi ternama Indonesia membuat sebuah pertunjukan musik yang unik dan menarik dalam LA Lights Music Project. Berbagai genre musik pun dilebur menjadi sebuah musik yang baru dan unik. Para musisi yang terlibat dalam project ini adalah Gecko Vs Sandhy Sondoro, Joshua March Vs Andien, The Banery Vs Ras Muhamad, Lars Vs Milane Fernandez dan Respects Vs Jevin. Bukan hanya soal kolaborasi musik lintas genre saja, tapi mereka juga secara khusus dituntut untuk bisa membuat sebuah lagu baru untuk project ini.

Sementara di panggung yang berbeda, Raisa, penyanyi wanita muda yang mengusung musik R&B memecahkan rekor terbanyak dengan mengajak 2.287 anak-anak muda untuk mengunduh video nyanyian lagu nasional “Padamu Negeri”, untuk bersama-sama diputar dan bernyanyi bersamanya. Raisa juga sempat meng-cover lagu Beyonce, “Listen” dengan aransemen dan suara vokal khasnya.

Seorang penyanyi yang kini menjalani karir solonya, Mathew Sayers juga tidak kalah meriahnya dengan Raisa. Mantan vokalis grup Barry Likumahuwa Project, itu dibantu dengan full band dan Dj set membawakan single-nya “Sempurna Hidupku” dengan aransemen musik jazz dan dance yang festive.

Hal yang sama juga dilakukan oleh penyanyi solo lainnya seperti Aditya, hanya saja musiknya lebih bernuansa R&B dan dance.


Tepat sebelum James Morrison tampil di special show, di panggung yang berbeda, duo elektronik Bottle Smoker tampil begitu liar dengan komposisi musik elektronik khasnya. Berbagai alat musik elektronik yang terlihat hasil buatan sendiri dan alat-alat pendukung pertunjukan seperti, mesin pembuat bubble (gelembung busa) dan lampu disco seakan-akan membawa penonton ke suasana dunia imaginatif.

Malam terkahir dari gelaran Java Soulnation Festival 2012 pun akhirnya mencapai puncaknya pada pertunjukan spesial dari James Morrison dan Robin Thicke.


Penampilan James Morrison yang sederhana ditambah dengan musikalitas dan vokalnya yang kuat membuat seluruh penonton bernyanyi bersama, dan tidak henti-hentinya memberikan pujian. Sementara Robin Thicke dengan gayanya yang gentlemen dan musiknya yang sexy mengiringi para penonton untuk berdansa bersama.

Java Soulnation Festival, sebuah sajian festival musik urban yang berkualitas dan berlangsung dengan begitu meriah. Tidak sabar menunggu kejuatan-kejutan lainnya, yang akan membuat kita terkagum-kagum di tahun berikutnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar